Minggu, 05 April 2009

SELAMAT MEMASUKI IKLAN ANDA

Iklan adalah salah satu fenomena dari dua tujuan dalam dunia usaha, sebagai media untuk memperkenalkan diri sehingga menjadi bagian dari teman hidup serta menjadil alternatif yang menjadi pilihan untuk digunakan atau dimanfaatkan. Di dunia marketing, dua hal ini disebut sebagai branding dan selling. Branding merupakan usaha dalam menyebutkan nama sehingga nama tersebut diketahui oleh orang lain. Pengenalan ini juga disertai dengan ciri-ciri dari diri yang dikenalkan, misalnya karakteristiknya atau manfaatnya. Tahap selanjutnya, pengenalan ini diharapkan berbuntut pada keyakinan yang mengarahkan untuk menggunakan atau memanfaatkannya. Pencapaian yang lebih tinggi dari iklan adalah kemenyatuan antara pengenalan dan keyakinan akan manfaatnya sehingga dapat menjadi salah satu atau satu-satunya pilihan untuk produk yang sejenis.
Seperti halnya media komunikasi yang lain, iklan membantu manusia yang melakukan komunikasi untuk tiga jenis tujuan, yaitu memberikan informasi, mempersuasi orang untuk percaya dan memprofokasi calon konsumen untuk menggunakan atau memanfaatkan. Untuk iklan yang berupa produk barang atau jasa yang tujuan akhirnya untuk digunakan atau dijual kepada konsumen, ketiga tujuan ini mutlak harus tetap menyatu. Beberapa jenis iklan yang lain, misalnya iklan layanan masyarakat, menjadikan efek persuasi dan profokasi sebagai modifikasi perilaku. Perilaku contoh yang diberitahukan atau ditampilkan dalam iklan diharapkan akan menjadi perilaku masyarakat secara luas. Karena itu, sifat dari ketiga tujuan komunikasi melalui iklan berbeda bergantung maksud iklan tersebut dibuat.
Keberhasilan dalam ketercapaian tujuan iklan tentu saja didukung dengan media atau alat komunikasi yang digunakan untuk beriklan. Setiap media pasti punya cara yang berbeda dalam menyampaikan iklan. Efektivitas penyampaian iklan juga berkenaan denga ketepatan penggunaan media. Dengan kata lain, apapun medianya, ketepatan dalam mengemas iklan di dalamnya perlu diperhatikan, sehingga iklan yang sama punya tingkat efektivitas tidak berbeda antara iklan di media cetak, iklan di radio atau iklan di televisi.
Media yang paling lengkap dalam menyampaikan iklan adalah televisi. Di sisi lain, televisi merupakan media yang familiar dan banyak digemari oleh orang. Program yang bervariasi dengan penyajian yang beragam membuat televisi menjadi media yang paling kuat dalam pencapaian tujuan dari iklan. Media audio visual dapat menyatukan dua pintu utama pengetahuan manusia dalam merekam dunia, dari pendengaran dan penglihatan. Meskipun memang televisi menjadi media yang memanjakan pikiran dalam mengonstruksi imajinasi. Pikiran diberikan tampilan yang tersaji dengan lengkap.
Karena kelengkapannya dalam mempengaruhi pikiran pemirsa, iklan televisi tentunya harus dikemas dengan sangat apik untuk pencapaian tujuan iklan. Di samping pembuatan skenario dan pengambilan gambar, aspek lain yang tidak kalah pentingnya adalah penyeleman iklan dari sudut pandang psikologi. Efek penggunaan warna, repetisi kata-kata, penciptaan karakter bintang iklannya dan sebagainya merupakan wilayah rambah kajian psikologi di dunia iklan.
Iklan yang cerdas adalah iklan yang berasa. Ilmu psikologi dapat mengambil bagian dalam menyatukan kecerdasan pikir dan pelibatan hati dalam menghasilkan iklan yang efektif dan punya efek yang kuat di benak pemirsa. Dengan pengolahan pikir dan persembahan dari hati, saya berikan kajian tentang berbagai iklan televisi dari sudut pandang keilmuan saya di bidang psikologi.